1. Elektron
Elektron pertama kali ditemukan oleh J.J. Thomson. Penemuan ini diawali dengan dtiemukannya tabung sinar katode oleh Karl Ferdinand Braun. Bila tabung tersebut dialiri arus listrik yang cukup kuat, akan terjadi aliran radiasi yang tidak tampak dari kutub negatif ke kutub positif disebut sinar katode.
Sifat-sifat sinar katode dapat diketahui setelah Sir William Crooles menyempurnakan tabung sinar katode. Sifat-sifatnya adalah :
- Merambat dalam garis lurus dari kutub negatif (katode) ke kutub positif (anode)
- Dibelokan oleh medan magnet dan medan listrik menuju ke kutub positif
- Tidak dipengaruhi oleh jenis kawat elektrode yang dipakai, jenis gas dalam tabung, dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan listrik
Setelah itu, J.J. Thomson mendapati bahwa sinar katode sebenarnya adalah materi yang ukurannya sangat kecil karena dapat memutar baling-baling yang dipasang antara anode dan katode. J.J. Thomson dapat menentukan muatan elektron yaitu sebesar 1,76 x 10^8 coulomb/gram. Penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh Robert A. Milikan yang dikenal dengan percobaan tetes minyak milikan. Dari itu, dapat disimpulkan bahwa muatan 1 elektron adalah 1,6022 x 10^-19 Coulomb. Sehingga dapat dihitung massa satu elektron adalah 9,10 x 10^-28 gram. Nama Elektron diusulkan oleh Stoney.
2. Proton
Proton ditemukan pertama kali oleh Goldstein. Diawali dengan dimodifikasinya tabung sinar katode oleh Goldstein, ditemukan sinar yang berlawanan dengan sinar katode disebut Sinar Kanal. Wilhelm Wien menunjukan bahwa sinar kanal merupakan partikel bermuatan positif yang disebut Proton.
Untuk mengetahui kedudukan partikel-partikel tersebut, Ernest Rutherford dan Asistennya, Hans Geiger dan Ernest marsden melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa yang dilakukan terhadap lempengan emas. Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa :
- Hampir semua partikel alfa diteruskan, berarti bukan bola pejal yang bermuatan positif, tetapi sebagian besar merupakan ruang hampa
- Jika lempengan emas dianggap sebagai satu lapisan emas, maka di dalam atom terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif
- Partikel tersebut merupakan partikel yang menyusun suatu inti atom, maka akan didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan
Neutron pertama kali ditemukan oleh James Chadwick. Penemuannya diawali dengan adanya kejanggalan yang terdapat pada penelitian Rutherford. James Chadwick melakukan percobaan hamburan sinar alfa terhadap boron dan parafin. Apabila partikel alfa ditembakan pada lapisan logam boron ternyata logam tersebut memancarkan sinar yang serupa dengan gelombang elektromagnetik tinggi, tidak dibelokan oleh medan listrik dan medan magnet dan didapat bahwa sinar tersebut merupakan partikel netral. Lalu oleh James Chadwick diberi nama Neutron.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar